GRESIK – Kontingen Gresik gagal penuhi target menembus tiga besar dalam Kejurprov kempo di Bojonegoro yang berakhir kemarin (20/12). Mereka hanya mampu berada di peringkat kelima dengan raihan 2 emas, 6 perak, dan 1 perunggu.
Hasil itu tidak jauh berbeda dengan kejurprov 2008 lalu. Saat itu Gresik nangkring di peringkat kelima di bawah Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto.
Pelatih Gresik Wawan Setyawan menyatakan bahwa itu adalah hasil maksimal yang diraih timnya. ”Ketika TC kami terkendala dengan seringnya ketidakhadiran anak-anak. Mereka lebih mementingkan sekolahnya,” ujarnya.
”Dengan TC yang tidak maksimal kita bisa raih enam perak di nomor berbeda. Berarti, peluang untuk meningkatkannya menjadi emas sangat besar jika kita mau intensifkan latihan,” kata Wawan.
Gagal memenuhi target juga dialami kontingen Sidoarjo. Dari target sembilan emas, mereka hanya meraih 8 emas, 7 perak, dan 4 perunggu. “Kami memang gagal meraih target sembilan emas, tapi kami cukup puas dengan total raihan 19 medali ini,” kata manajer Sidoarjo Dony Adinegara.
Yang bikin Dony bangga adalah pencapaian dari atlet kategori remaja yang diproyeksikan untuk PON XVIII Riau dan Puslatda Jatim. Mereka mampu meraih medali. Di antaranya adalah Audrey Praditya Laisina (randori remaja wanita 46 kg), Andova Rihi Willa (embu beregu remaja), Dwi Larasati (randori remaja wanita 43 kg), dan Aisyah Amini (randori remaja wanita +65kg).